Silakan Registrasi dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh
Alamat e-mail Anda
Masukkan Kata Sandi
Masukkan email anda untuk berlangganan berita
 

Sales
0811 98 66 999



CS Jakarta
0811 201 7766



CS Jakarta 2
0811 203 7766



CS Malang
0811 101 5567



CS Yogyakarta
0822 2134 5599




CS Surabaya
081-1757-7444




Knowledgebase: Tips & Solusi
Pencatatan Transaksi Wajib Pungut (Wapu)
Dipos oleh Firman Ilkha pada 07 June 2012 08:36 AM

Dalam proses pencatatan akuntansi, tentunya kita pernah mengalami sebuah transaksi yang kita sebut dengan transaksi WAPU (Wajib pungut). dimana PPN dibayarkan oleh customer (Wajib Pungut)

Contoh kasus :

Pokok pekerjaan Rp. 15.000.000,-
PPN Rp. 1.500.000,- (PPN senilai 1.500.000 yang di bayarkan oleh customer (wajib Pungut )
PPh 23 Rp. 250.000,-
Total Invoice Rp, 16.250.000

Berikut adalah tips untuk melakukan pencatatan transaksi wajib pungut tersebut pada program Zahir Accounting:

  • Buat dahulu akun PPH 23 dibayar di muka di data rekening.

GBR1

 

  • Pada saat saat pencatatan piutang (transaksi penjualan jasa).  Masuk ke menu penjualan > input penjualan > penjualan secara kredit dan dikenakan pajak PPN serta jangan lupa ceklist kolom invoice dan jasa (sebelah kanan atas).

GBR2

Keterangan :

Masukkan nilai PPh 23 dengan nilai minus Rp. – 250.000,- (dicatat pada zahir di kolom biaya-biaya lain yang ubah COA nya menjadi PPh 23 di bayar dimuka ).

Jurnal yang terbentuk  dari transaksi penjualan jasa secara kredit :

PPH 23 dibayar di muka     250.000

Piutang Usaha                    16.250.000

Hutang PPN               1.500.000

 Pendapatan Usaha  15.000.000

 

GBR3

 

  • Kemudian pada saat pembayaran / pelunasan piutang tersebut.  Masuk menu penjualan > form pembayaran piutang > Tentukan dari akun kas apa, dari siapa dan sebagainya serta tentukan no invoicenya.
GBR4

 

  • Dan kolom denda input nilai PPN dengan nilai minus (-1.500.000 dan tentukan akunnya Hutang pajak PPN), lanjutkan dan rekam.

GBR5

 

Jurnal yang terbentuk dari transaksi pembayaran piutang :

Kas                                                    14.750.000

Hutang Pajak Penjualan PPN         1.500.000

Piutang Usaha  16.250.000

 

GBR6

 

Sumber: Blog Software Bisnis Zahir

(5 vote(s))
Artikel ini membantu
Artikel ini tidak membantu

Ulasan (1)
Liska
23 November 2016 09:18 AM
Maaf, bagaimana membuat jurnal penerimaan seperti di atas jika dalam transaksi terdapat pph 4(2) yang dipotong atas pendapatan yang kita terima. Sedangkan di kolom untuk akun pendapatan denda hanya bisa diisi 1 akun saja?
Terima kasih
Sampaikan ulasan baru
 
 
Nama Lengkap:
E-mail:
Ulasan:
© 2014 PT Zahir Internasional, unless otherwise noted. > EULA | Situs Web Zahir Lainnya | Tentang Zahir
Catatan: Situs web ini mengandung konten yang mensyaratkan Anda terdaftar dan login agar Anda dapat mengakses penuh.